gaji bidan di puskesmas
Sangbidan menjelaskan, gaji yang masuk ke rekeningnya sebesar Rp 1,7 juta per bulan. Jumlah itu sudah termasuk insentif yang biasanya diperoleh sebesar Rp 2 juta per bulan. Seorang perawat di salah satu puskesmas juga mengeluhkan adanya pengurangan gaji yang sebelumnya tidak pernah dilakukan konfirmasi pemberitahuan.
Dengancatatan rumah sakit, puskesmas atau faskes tempat bekerja cukup maju dan terpercaya. Untuk gaji pokok bidan swasta sendiri berkisar Rp 3,24 - Rp 4 juta per bulan. Ini gaji pokok belum di tambah dengan tambahan lainnya seperti bonus operasi, uang makan, uang transportasi, dan bonus lainnya.
Bidanjuga ada yang bertugas di Pusat Kesehatan masyarakat, atau Puskesmas. Karena itu bidan juga ada yang berstatus ASN dan Non ASN. Lalu berapakah gaji bidan? Sebelum kita mengulas hal tersebut, kita intip terlebih dahulu tugas-tugas yang dilakukan seorang bidan, yakni: Baca Juga: Banyak Tunjangannya, Intip Total Gaji Polwan di Indonesia. ada
GajiLulusan Kebidanan Rata - rata standar gaji yang didapatkan oleh lulusan kebidanan mulai dari Rp 3.000.000 setiap bulannya. Nominal tersebut pun bisa jauh lebih besar jika Anda buka praktek sendiri, atau bisa bekerja di perusahaan - perusahaan bergengsi seperti BUMN maupun menjadi PNS.
Jateng18 Mar 22 | 22:00 Miris! Gak Ada BPJS, Gaji Bidan Honorer di Jateng Rp100 Ribu Per Bulan Sebagian mereka justru bekerja di Puskesmas terpencil Ilustrasi bidan. (Pixabay/Sam Chen) Verified Larasati Rey Share to Facebook Share to Twitter
Sites De Rencontres Amicales Pour Seniors. Ilustrasi - Tenaga honorer. Foto Abdul Malik Fajar/ Banten - Ketua Forum Honorer Kota Serang, Banten, Achmad Herwandi mengungkapkan fakta mengejutkan. Pasalnya, tenaga honorer puskesmas di Kota Serang hanya digaji Rp per bulan. Herwandi membeberkan jika kondisi tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun hingga kini. BACA JUGA 34 Guru Bahasa Inggris Lulusan Passing Grade di Kota Serang Belum Jadi PPPK Namun, para tenaga honorer tersebut hanya bisa pasrah menerima gaji tersebut. Padahal, pegawai yang bekerja di bidang kesehatan seharusnya lebih mendapatkan perhatian. BACA JUGA Duh! Belasan Caleg Asal Kota Serang Terindikasi Idap Psikopat Apalagi, puskesmas merupakan layanan dasar yang harus diperhatikan. "Sebetulnya dari akhir tahun kemarin sudah kami kasih tahu ke BKPSDM Kota Serang untuk menganggarkan honornya secara khusus," ucap Achmad dikutip dari JPNN Banten, Selasa 6/6. BACA JUGA Bejat! Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Kandungnya di Kota Serang Bahkan, rata-rata honorer puskesmas di Kota Serang juga mendapatkan gaji yang sama. Silakan baca konten menarik lainnya dari di Google News
Gaji Bidan di Puskesmas – Selain di Rumah Sakit dan Klinik Bersalin, kini Bidan juga banyak yang membuka praktek di Puskesmas atau pihak Puskesmas yang mulai menyediakan tenaga medis Bidan. Dengan begitu, proses persalinan bisa dilakukan pada Faskes hampir semua Puskesmas di Indonesia sudah menjadi peserta Faskes BPJS, sehingga untuk pasien yang berasal dari kalangan tidak mampu bisa memanfaatkan layanan tersebut sebagai biaya persalinan. Terlepas dari itu semua, pernahkah kalian berpikir berapa gaji yang diterima oleh para Bidan di Puskesmas?Gaji Bidan di PuskesmasBidan TerampilBidan AhliKESIMPULANBarangkali disini ada beberapa dari kalian yang kebetulan sedang mengajukan diri sebagai Bidan di Puskesmas, tentu ingin tahu berapa gaji per bulan yang ditawarkan. Apakah gaji Bidan di Puskesmas sama seperti gaji Bidan di Rumah Sakit yang bisa sampai 7 juta per bulan? atau lebih kecil?Jadi, pemberian gaji tenaga medis tersebut di Faskes Puskesmas ditentukan dari beberapa hal. Supaya lebih jelasnya, kalian bisa simak penjelasan di bawah ini yang sudah kami rangkum dari beberapa sumber terpercaya soal gaji dan tunjangan para Bidan di diketahui bahwa untuk para Bidan yang bertugas di Puskesmas biasanya merupakan mahasiswa lulusan D3 Kebidanan. Sementara itu, untuk urusan upah atau gaji, pihak Puskesmas tentu sudah memiliki ketentuan yang kami jelaskan lebih lanjut, perlu diketahui juga kalau pemberian gaji Bidan di Puskesmas nantinya dilihat dari beberapa segi, jadi tidak serta merta mengacu pada ketentuan Puskesmas. Bidan yang bertugas di Faskes ini pasti memiliki pengalaman yang itu, khusus untuk Bidan di Faskes ini yang berasal dari lulusan S1 Kebidanan, nantinya bisa memiliki pangkat lebih tinggi atau di rekomendasikan naik pangkat. Sedangkan untuk Bidan lulusan D3 atau bahkan Bidan Honorer, biasanya menjabat sebagai Bidan latar belakang Pendidikan juga bisa menentukan lokasi praktek, untuk lulusan S1 memang sudah jelas akan ditempatkan di Faskes milik Pemerintah, seperti RSUD maupun Puskesmas. Sedangkan untuk D3, biasanya ditugaskan di Rumah Sakit Swasta maupun Faskes lainnya yang bukan milik untuk pembayaran upah per bulan juga berkaitan dengan latar belakang, jabatan dan lain sebagainya, tidak beda jauh seperti ketentuan gaji Perawat di Puskesmas. Gaji Bidan di Puskesmas terbagi menjadi beberapa golongan, diantaranya II/AII/BII/CII/DIII/AIII/BIII/CIII/DIV/AIV/BIV/CLalu untuk nominal gaij para Bidan di Puskesmas berdasarkan ketentuan jabatan dan lain sebagainya kurang lebih sebagai berikut Bidan TerampilJenjang jabatan Bidan yang praktek di Puskesmas adalah Bidan Terampil. Pada jenjang jabatan ini nantinya masih terbagi menjadi beberapa Sub jabatan lagi dimana masing-masing memiliki ketentuan gaji pokok sebagai berikut Sub JabatanSub Jabatan IIGolongan UpahNominal Gaji / BulanBidan PelaksanaPelaksana PemulaII/ARp. Muda Tingkat 1II/BRp. Tingkat 1II/DRp. Pelaksana LanjutanPenata MudaIII/ARp. Muda Tingkat 1III/BRp. PenyeliaPenataIII/CRp. Tingkat 1III/DRp. AhliSelain itu, ada juga Bidan Ahli yang memiliki beberapa Sub jabatan seperti Bidan Pratama, Bidan Muda dan Bidan Madya. Lalu untuk ketentuan pemberian upah nya adalah sebagai berikut Sub JabatanSub Jabatan IIGolongan UpahNominal Gaji / BulanPratamaPenata MudaIII/ARp. Muda Tingkat 1III/BRp. Tingkat 1III/DRp. Tingkat 1IV/BRp. Utama MudaIV/CRp. gaji Bidan Puskesmas yang tertera pada tabel diatas mungkin masih bisa mengalami perubahan setiap tahun nya. Sementara itu, nominal gaji diatas juga belum termasuk tunjangan dan bonus yang saat ini, Bidan di Puskesmas bakal menerima Tunjangan layaknya Bidan di Rumah Sakit Umum Daerah maupun Faskes lainnya yang dikelola Pemerintah, antara lain Tunjangan TransportTunjangan MakanInsentifTunjangan LemburTunjangan OperasionalDan lain sebagainyaNamun untuk nominal dari masing-masing tunjangan tersebut kami tidak berhasil mendapatkan informasinya, yang jelas jika suatu saat kalian diterima bekerja sebagai Bidan di Puskesmas nantinya bakal menerima tunjangan-tunjangan informasi dari mengenai gaji Bidan di Puskesmas. Jadi, besaran upah yang diterima para Bidan di Puskesmas hampir sama seperti gaji Bidan di Rumah Sakit Umum Daerah lengkap dengan tunjangan yang itu, setelah menyimak informasi gaji yang berlaku dan kalian memenuhi syarat menjadi Bidan di Puskesmas, silahkan hubungi Puskesmas setempat atau mencari informasi di Kantor Dinas Kesehatan untuk menanyakan perihal lowongan tenaga kerja gambar
– Sebagai dokter di Puskesmas selama 10 tahun, saya sering menerima pertanyaan tentang gaji bidan di Puskesmas. Dalam artikel ini, saya akan membahas topik ini secara rinci dan memberikan semua informasi yang perlu Anda ketahui. Melakukan pekerjaan sebagai bidan di Puskesmas adalah salah satu profesi yang sangat baik bagi mereka yang ingin memberikan kontribusi nyata dalam bidang kesehatan. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk mengambil jalur ini, Anda harus memahami semua hal yang terkait dengan posisi tersebut, termasuk gaji. Kategori Kerja Sebelum membahas gaji bidan di Puskesmas, penting untuk memahami perbedaan kategori kerja di Puskesmas. Puskesmas dapat mempekerjakan bidan sebagai Pegawai Negeri Sipil PNS, Pegawai Tidak Tetap PTT, atau Tenaga Kontrak. PTT dan tenaga kontrak memiliki keterbatasan waktu kerja dan kesempatan promosi yang lebih kecil. Di sisi lain, posisi PNS menawarkan staf keamanan kerja yang lebih baik dan prospek karir yang lebih menjanjikan. Gaji bidan di Puskesmas sangat dipengaruhi oleh kategori kerja yang dipilih. Walaupun lebih sulit untuk menjadi PNS, mereka dijamin terima kasih atas pekerjaan mereka melalui tunjangan dan gaji yang lebih tinggi. Rentang Gaji Gaji bidan di Puskesmas bervariasi tergantung pada pengalaman dan kategori kerja. Sebagai contoh, PTT dengan pengalaman satu tahun akan dibayar sekitar sedangkan PNS dengan pengalaman serupa dapat mengharapkan untuk menerima gaji yang hampir dua kali lipat dari itu, sekitar Untuk peningkatan gaji, bidan dapat bekerja keras untuk mempelajari keterampilan baru dan kemudian mengambil spesialisasi. Dimana secara bertahap akan meningkatkan penghasilan mereka. Faktor-Faktor Penentu Gaji Dalam menetapkan gaji, Puskesmas mempertimbangkan beberapa faktor. Selain kategori kerja dan pengalaman, faktor penentu lainnya adalah wilayah kerja, pendidikan, dan tanggung jawab pekerjaan. Bidan yang bertanggung jawab untuk merawat ibu hamil dan anak-anak akan dibayar lebih tinggi daripada mereka yang bekerja di dalam sebelum memilih wilayah kerja, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini dalam memperkirakan penghasilan. Keuntungan Non-Finansial Satu hal yang harus diingat adalah bahwa gaji hanya satu bagian dari total paket gaji yang ditawarkan oleh Puskesmas. Ada banyak keuntungan non-finansial yang ditawarkan kepada staf Puskesmas, termasuk jaminan kesehatan, waktu kerja yang fleksibel, dan kesempatan untuk mengembangkan keahlian mereka. Ini adalah faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan saat mempertimbangkan gaji bidan di Puskesmas. Kesimpulan Meskipun menjadi bidan di Puskesmas bukanlah pilihan kerja yang paling menguntungakan dari segi finansial, itu adalah pekerjaan yang sangat penting dan bermanfaat untuk masyarakat. Memahami tingkat gaji yang mungkin diharapkan dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaji dapat membantu calon bidan mengambil keputusan yang tepat. Halo, gue adalah penulis seru yang doyan banget nulis tentang pendidikan, soal, dan tutorial. Gue nggak cuma berbagi ilmu, tapi juga selipin guyonan biar belajar jadi lebih asyik. Yuk, mari kita eksplor dunia pengetahuan sambil ketawa bareng! Halo, gue adalah penulis seru yang doyan banget nulis tentang pendidikan, soal, dan tutorial. Gue nggak cuma berbagi ilmu, tapi juga selipin guyonan biar belajar jadi lebih asyik. Yuk, mari kita eksplor dunia pengetahuan sambil ketawa bareng!
Abstrak Pandemi mempengaruhi aspek, terutama kesehatan, dimana tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam penanganan COVID-19 dan yang paling beresiko terpapar COVID-19 belum menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan data dari Kemenkes pada tahun 2016 menunjukan bahwa rasio tenaga kesehatan dengan jumlah penduduk Indonesia masih belum ideal sehingga seringkali ditemukan tenaga kesehatan yang harus mengalami shift yang yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode Literature Review. Data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data yang ada dari jurnal nasional yang didapatkan dari beberapa search engine seperti Google Scholar, Journal FKM, dan Jurnal-jurnal Kesehatan dengan menggunakan beberapa kata kunci yaitu "Beban Kerja", "Tenaga Kesehatan", "Hambatan Tenaga Kesehatan" "Beban Kerja selama pandemi". Ketersedian dan beban kerja menjadi hal yang penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, terdapat beberapa jenis tenaga Kesehatan yaitu dokter umum, dokter gigi, apoteker, asisten apoteker, perawat, perawat gigi, Kesehatan masyarakat, tenaga gizi, bidan, analis, dan sanitarian. Beban kerja tenaga kesehatan sebelum dan selama pandemi cukup bertolak belakang, dimana selama pandemi banyak tenaga kesehatan yang kehilangan nyawa yang diakibatkankan pandemi COVID-19Beban kerja tenaga Kesehatan yang ada di puskesmas di Kabupaten Nagekeo dan puskesmas Pacarkeling sebelum pandemi masih dibawah waktu kerja produktif yang optimal karena masih dibawah 85%, hal ini berbanding terbalik jika dibandingkan selama pandemi, banyak tenaga Kesehatan yang kehilangan nyawa karena beban kerja yang berlebih dan kurang tersedianya Alat Pelindung Diri Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Analisis Beban Kerja Tenaga Kesehatan Pada Puskesmas diIndonesia Literature ReviewMuhammad Ilhan KhazinDepartmen Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan MasyarakatUniversitas Indonesia *Korespondensi Muhammad Ilhan KhazinE-mail Abstrak Pandemi mempengaruhi aspek, terutama kesehatan, dimana tenaga kesehatan yang berada digarda terdepan dalam penanganan COVID-19 dan yang paling beresiko terpapar COVID-19belum menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan data dari Kemenkes pada tahun 2016menunjukan bahwa rasio tenaga kesehatan dengan jumlah penduduk Indonesia masih belumideal sehingga seringkali ditemukan tenaga kesehatan yang harus mengalami shift yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode Literature yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data yang ada dari jurnal nasionalyang didapatkan dari beberapa search engine seperti Google Scholar, Journal FKM, danJurnal-jurnal Kesehatan dengan menggunakan beberapa kata kunci yaitu “Beban Kerja”,“Tenaga Kesehatan”, “Hambatan Tenaga Kesehatan” “Beban Kerja selama pandemi”.Ketersedian dan beban kerja menjadi hal yang penting dalam penyelenggaraan pelayanankesehatan, terdapat beberapa jenis tenaga Kesehatan yaitu dokter umum, dokter gigi,apoteker, asisten apoteker, perawat, perawat gigi, Kesehatan masyarakat, tenaga gizi, bidan,analis, dan sanitarian. Beban kerja tenaga kesehatan sebelum dan selama pandemi cukupbertolak belakang, dimana selama pandemi banyak tenaga kesehatan yang kehilangan nyawayang diakibatkankan pandemi COVID-19Beban kerja tenaga Kesehatan yang ada dipuskesmas di Kabupaten Nagekeo dan puskesmas Pacarkeling sebelum pandemi masihdibawah waktu kerja produktif yang optimal karena masih dibawah 85%, hal ini berbandingterbalik jika dibandingkan selama pandemi, banyak tenaga Kesehatan yang kehilangan nyawakarena beban kerja yang berlebih dan kurang tersedianya Alat Pelindung DiriKata kunci “Beban Kerja”, “Tenaga Kesehatan”, “Hambatan Tenaga Kesehatan” “Beban Kerja selama pandemi”.Analysis of the Workload of Health Workers at Health Centers inIndonesia Literature ReviewAbstract The pandemic affects aspects, especially health, where health workers who are at the forefrontin handling COVID-19 and who are most at risk of being exposed to COVID-19 have notreceived the government's attention. Based on data from the Ministry of Health in 2016 showsthat the ratio of health workers to the total population of Indonesia is still not ideal, so it isoften found that health workers have to experience excessive shifts. The method used in thisstudy uses the Literature Review method. The data used in this study uses existing data fromnational journals obtained from several search engines such as Google Scholar, FKM Journal,and Health Journals by using several keywords, namely "Workload", "Health Personnel","Employment Barriers". Health” “Workload during a pandemic”. Availability and workloadare important in the implementation of health services, there are several types of healthworkers, namely general practitioners, dentists, pharmacists, pharmacist assistants, nurses,dental nurses, public health, nutrition workers, midwives, analysts, and sanitarians. Theworkload of health workers before and during the pandemic was quite the opposite, whereduring the pandemic many health workers lost their lives due to the COVID-19 below 85%, this is inversely compared to during the pandemic, many health workers losttheir lives due to excessive workloads and the lack of personal protective equipmentKeywords “Workload”, “Health Personnel”, “Barriers to Health Workers” “Workload during a pandemic”.PENDAHULUAN Pandemi COVID-19 sejatinyamempengaruhi berbagai macam aspek didalam kehidupan, terutama di duniaKesehatan, baik dari fasilitas yang harusmenyesuaikan dan beradaptasi denganpandemi, dan juga tentunya tenagakesehatan yang berada di garda terdepandalam penanganan COVID-19 dan yangpaling beresiko terpapar kenyataannya tersebut belummenjadi fokus dan perhatian pihak yang berada di gardaterdepan, menangani langsung pasienCOVID-19 selama 8 jam pada setiap shiftnya dan menjadi orang yang palingberesiko tinggi terpapar COVID-19. Berdasarkan data dari Kemenkes padatahun 2016 menunjukan bahwa rasiotenaga kesehatan dengan jumlah pendudukIndonesia masih belum ideal sehinggaseringkali ditemukan tenaga kesehatanyang harus mengalami shift yang ini tentunya akan berdampak kepadatingginya beban kerja yang dialami olehtenaga kesehatan yang nantinya tidakhanya mempengaruhi kondisi kesehatanfisiknya saja, namun turut mempengaruhikondisi kesehatan psikologis tenagaKesehatan1. Berdasarkan penelitian yangdilakukan oleh Nashrullah menunjukandari 644 responden yang merupakan tenagakesehatan yang menjadi garda terdepanmenangani COVID-19, sekitar 65,8%mengalami kecemasan, 55% mengalamistress, dan 23,5% mengalami depresi2. Banyaknya kasus di setiap harinya jugamembuat tenaga Kesehatan letih danmerasa mengalami beban kerja danmengeluarkan tenaga yang berlebihdisbanding pada keadaan normal, hal inidikarenakan banyaknya pasien yang harusditangani pada setiap harinya dankurangnya penambahan sumber dayatenaga Kesehatan penanganan karena itu diperlukan adanyakomitmen dari para tenaga Kesehatan, danperlu didampingi oleh stakeholder sepertiKementerian Kesehatan agar tenagaKesehatan di Indonesia dapat menjagaKesehatan mentalnya agar mereka dapatlebih kuat dan Tangguh untuk menghadapipandemi COVID-19 dan mampuberadaptasi dengan kesulitan yang adaselama pandemi3.METODE Metode yang digunakan padapenelitian ini menggunakan metodeLiterature Review. Data yang digunakanpada penelitian ini menggunakan data yangada dari jurnal nasional yang didapatkandari beberapa search engine seperti GoogleScholar, Journal FKM, dan Jurnal-jurnalKesehatan dengan menggunakan beberapakata kunci yaitu “Beban Kerja”, “TenagaKesehatan”, “Hambatan TenagaKesehatan” “Beban Kerja selamapandemi”. Jurnal-jurnal yang didapatkankemudian akan diteliti guna mendapatkaninformasi yang komprehensif dalampenelitian DAN PEMBAHASANKetersediaan Tenaga Kesehatanyang ada di puskesmas tentunya menjadihal yang sangat penting di dalampenyelenggaraan pelayanan Kesehatanpada tingkat puskesmas. Berdasarkanpenelitian yang dilakukan oleh maddingdan wila, ketersediaan tenaga Kesehatanyang ada di puskesmas wilayah DinasKesehatan Kabupaten Nagekeo, terdapatbeberapa jenis tenaga Kesehatan yang adadisana yaitu dokter umum, dokter gigi, apoteker, asisten apoteker, perawat,perawat gigi, Kesehatan masyarakat,tenaga gizi, bidan, analis, dan sanitarian4.Dari 7 puskesmas yang ada diwilayah kabupaten Negekeo, semuapuskesmas terdapat dokter umumdimasing-masing puskesmas, dan dokterumum terbanyak ada di puskesmas Dangayaitu terdapat 5 dokter umum. Kemudianmasih terdapat 3 puskesmas yang masihbelum terdapat dokter gigi dipuskesmasnya yaitu di puskesmas jawakisa, kaburea,dan maunori. Apoteker sudah terdapat disemua puskesmas, hanya saja masihterdapat beberapa puskesmas yang tidakmemiliki asisten apoteker. Untuk Jumlahperawat di setiap puskesmas sudah terdapatperawat yang berjumlah lebih dari 10orang disetiap puskesmas, tercatatpuskesmas boawae menjadi puskesmasdengan perawat terbanyak, yaitu sebanyak47 orang, sementara puskesmas yangmemiliki perawat yang paling sedikit yaitupuskesmas jawakisa. Kemudian untukbidan, setiap puskesmasnya memiliki bidanyang jumlahnya banyak yaitu yang palingsedikitnya terdapat 10 bidan, sementarayang terbanyak ada di puskesmas menjadi tenaga Kesehatan yangpaling banyak di puskesmas dikarenakantugasnya yaitu memberi pelayanankebidanan, mengurusi bagian administrasi,membina peran masyarakat melaluiposyandu, menolong persalinan, danmenerima rujukan hal-hal yang berkaitandengan masalah-masalah Kesehatan yangada dikeluarga4. Kemudian berdasarkan penelitianyang dilakukan Permatasari danDamayanti, Dokter umum memilikipersentase melakukan kegiatan produktifsebesar 66,9% yang artinya waktu kerjadokter umum di puskesmas pacarkelingSurabaya belum optimal karena dapatdinilai optimal apabila kegiatan produktifmencapai 85 hingga 90%. Hal inidikarenakan dokter umum yang ada dipuskesmas kurang disiplin karena sangatjarang mendampingi tenaga Kesehatandalam melakukan penyuluhan. Dokter gigiyang ada di puskesmas pacarkelingmemiliki waktu kerja untuk kegiatanproduktif sebesar 71,90%. Lebih tinggi jikadibandingkan dengan dokter umum namunmasih dinilai belum optimal karena belummencapai 85 hingga 90%. Kegiatanproduktif yang dilakukan dokter gigidiakibatkan karena adanya rangkap jabatansebagai pengurus bagian keuangansehingga beban kerjanya bertambah. Halini menunjukan adanya kekurangan SDMyang mengurusi bagian keuangan dipuskesmas pacarkeling. Kemudian untukbidan puskesmas pacarkeling, waktu kerjaproduktifnya mencapai 82,72%, lebihtinggi jika dibandingkan dengan dokterumum, dan dokter gigi, hal ini dikarenakanadanya tugas-tugas tambahan seperti bertanggung jawab atas terselenggaranyaprogram JKN. Sehingga waktu kerja bidanpuskesmas pun bertambah seiring dengantugas pokoknya yaitu untuk melakukankegiatan posyandu. Perawat yang ada dipuskesmas ini dikategorikan memilikiwaktu kerja yang rendah karena hanyasebesar 66,81%, lebih besar daripadadokter umum, namun masih lebih kecil jikadibandingkan dokter gigi dan bidanpuskesmas5.Hal ini cukup berbeda jikadibandingkan dengan masa pandemiCOVID-19, Per 12 Desember 2021,LaporCovid-19 melaporkan telah kematian tenaga kesehatan akibatCOVID-19 dengan provinsi tertinggi yaituJawa Timur sebanyak 643 orang. Angkaini merupakan tertinggi di Asia dan ketigatertinggi di dunia. Tingginya angkakematian ini disebabkan oleh beberapafaktor, seperti kurangnya ketersediaan AlatPelindung Diri APD, tingginya risikoterpapar COVID-19, adanya penyakitpenyerta, dan beban kerja berlebih. Denganjumlah kematian terbanyak, Jawa Timurbelum memiliki peraturan yang mengaturtentang jam kerja tenaga jam kerja merupakan akar darisegala masalah yang menyebabkantingginya angka kematian tenagakesehatan6.Jam kerja bagi tenaga kesehatanyang terlalu tinggi merupakan sebuahpermasalahan yang harus diperbaiki olehpemerintah. Pembuat kebijakan dapatmengupayakan mengatur mengenai jamkerja ke dalam sebuah peraturan. Peraturanpada dasarnya berisi sebuah hal yang telahdisepakati bersama dan harus diikuti. Dariadanya peraturan, maka jam kerja tenagakesehatan akan diatur sesuai kondisisehingga dampaknya adalah berkurangnyarisiko kematian akibat jam kerja yangberlebih7.KESIMPULANKetersediaan tenaga Kesehatan padapuskesmas yang ada di KabupatenNagekeo dan Puskesmas Pacarkelingmasih bisa dibilang kurang sumber dayamanusia, dikarenakan masih terdapattenaga Kesehatan yang merangkap jabatandan melakukan tugas selain tugaspokoknya. Beban kerja tenaga Kesehatanyang ada di puskesmas di KabupatenNagekeo dan puskesmas Pacarkelingsebelum pandemi masih dibawah waktukerja produktif yang optimal karena masihdibawah 85%, hal ini berbanding terbalikjika dibandingkan selama pandemi, banyaktenaga Kesehatan yang kehilangan nyawakarena beban kerja yang berlebih dankurang tersedianya Alat Pelindung Dirisehingga hal-hal yang berkaitan dengansumber daya manusia, jam kerja, bebankerja perlu diperhatikan lagi agar meminimalisir tenaga Kesehatan yangkehilangan PUSTAKA 1. Informasi SDM Kesehatan Nasional[Internet]. [cited 2021 Dec 27].Available from Nashrulla, D., Natsir, M. danTwistiandayani R. Data Riset danTeknologi Covid-19 Indonesia[Internet]. 2020 [cited 2021 Dec 27].Available from Titasari NA, Fani T. DampakPsikologis Pandemi Covid-19 PadaPetugas Rekam Medis. Pros DiskIlm. 2021;1174–81. 4. Mading M, Willa RW. PersepsiBeban Kerja Tenaga KesehatanPuskesmas di Kabupaten NagekeoProvinsi Nusa Tenggara TimurTahun 2019. Bul Penelit 5. Distia Permatasari E, DamayantiNA. Workload analysis for healthworker in Pacarkeling Public HealthCenter Surabaya. J Manaj KesehatIndones. 2017;5365–73. 6. Statistik Kematian TenagaKesehatan Indonesia [Internet].[cited 2021 Dec 27]. Availablefrom Rusdi R, Warsito EB. Shift KerjaDan Beban Kerja BerpengaruhTerhadap Terjadinya KelelahanKerja Perawat Di Ruang Rawat DiRumah Sakit Pemerintah. J ManagKeperawatan. 2013;2112. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
Gaji Bidan – Bekerja menjadi tenaga medis seperti dokter, PERAWAT atau bahkan bidan mungkin menjadi suatu keinginan bagi sebagian orang. Itu bisa dikarenakan oleh penghasilan yang didapat per bulan sendiri terbilang salah satu yang bisa dikatakan banyak peminatnya adalah bidan. Bidan? Mungkin bagi sebagian Anda sudah tidak asing lagi, karena peran bidan sangat vital sekali saat sedang menjalankan tugas saat membantu proses & Tanggung Jawab BidanGaji BidanGaji Bidan PNSBidan TerampilBidan AhliGaji Bidan Non PNS SwastaBagi yang belum paham tentang bidan, bidan sendiri adalah seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan yang diakui di negara. Selain itu juga sudah lulus dari pendidikan yang sedang dijalankan serta dengan kualifikasi izin yang kali ini sendiri akan sampaikan informasi mengenai besaran gaji bidan per bulan. Bagi Anda yang penasaran dan bertanya mengenai gaji semoga adanya informasi ini bisa membantu bagi siapa lebih jelas mengenai besaran gaji per bulan yang didapat oleh seorang bidan, berikut akan disampaikan secara lengkap di bawah ini. Jadi, terus untuk simak pembahasan gaji di bawah ini sampai & Tanggung Jawab BidanNamun, sebelum lanjut ke pembahasan gaji per bulan dari seorang bidan, alangkah baiknya Anda tahu peran dan tugas dan tanggung jawabnya. Di mana peran serta tanggung jawabnya sendiri seperti misalnyaMelaksanakan asuhan kebidanan pada ibu pelayanan Keluarga Berencana KB pada wanita usia asuhan persalinan pada ibu pantauan kesehatan ibu serta pelacakan pada ibu hamil dengan risiko wanita dalam prakonsepsi saat memastikan kesiapan kesehatan fisik dan emosional sebelum wanita dan pantau tumbuh kembang bayi baru diskusi audit maternal perinatal AMP jika ada kasus kematian ibu dan pelayanan pada bayi baru edukasi lewat penyuluhan kesehatan reproduksi dan bidan sendiri, sebenarnya sama halnya seperti dosen ada yang PNS dan ada juga non PNS Swasta. Dari title tersebutlah, kedua bidan tentu akan memiliki perbedaan antara gaji yang didapatnya. Nah bagi Anda yang bertanya berapa gaji bidan ? Berikut ini akan disampaikan secara lengkapGaji Bidan PNSUntuk besaran gaji bidan PNS, nantinya akan terbagi lagi menjadi beberapa kategori lagi, karena bidan PNS masih terbagi lagi menjadi bidan terampil dan bidan ahli. Keduanya juga masih terbagi lagi sesuai golongan apa nantinya. Lebih jelasnya, simak tabel penghasilan bidan di bawah iniBidan TerampilBidan PelaksanaPengatur muda tingkat 1 dengan golongan pangkat II/b Rp golongan II/c Rp tingkat 1, golongan II/d Rp Pelaksana LanjutanPenata muda golongan III/a Rp muda tingkat 1 golongan III/b Rp PenyeliaPenata golongan III/c Rp tingkat 1 golongan III/d AhliBidan PratamaPenata muda, golongan III/a Rp muda tingkat 1, golongan III/b Rp MudaPenata, golongan III/c Rp tingkat 1, golongan III/d Rp MadyaPembina, golongan IV/a Rp tingkat 1, golongan IV/b Rp utama muda golongan IV/c Rp Bidan Non PNS SwastaBicara gaji bidan non PNS swasta bisa dikatakan lebih besar dibanding dengan gaji bidan PNS. Dengan catatan rumah sakit, puskesmas atau faskes tempat bekerja cukup maju dan gaji pokok bidan swasta sendiri berkisar Rp 3,24 – Rp 4 juta per bulan. Ini gaji pokok belum di tambah dengan tambahan lainnya seperti bonus operasi, uang makan, uang transportasi, dan bonus gaji besar tersebut kembali ke faskes swasta yang bagus dari segi sistem, pelayanan, fasilitas serta sarana prasarananya. Faskes seperti RS dan puskesmas jika masuk kriteria demikian, maka umumnya akan memberikan gaji kabar yang beredar, gaji, tunjangan dan bonus yang didapat oleh bidan non PNS sendiri bisa mencapai angka Rp 7 – 9 juta per bulan. Catatan, tidak semua fasilitas kesehatan memberikan gaji sebesar dan disetiap daerah juga akan berbeda satu sama bidan bisa lebih besar lagi gajinya? jawabannya bisa, di mana jika ingin gaji lebih besar maka bidan bisa buka praktek mandiri sendiri. Dengan begitu, nantinya biaya pemeriksaan tergantung dari Anda bidan itu sendiri yang itulah informasi dapat sampaikan mengenai penghasilan dari seorang tenaga medis bernama bidan per bulan yang dapat di sampaikan. Semoga dengan adanya informasi gaji yang disampaikan di atas, bisa bermanfaat bagi semua yang membutuhkan.
gaji bidan di puskesmas